Rumahku
Selasa, 06 Mei 2014
tumis kerang ala banjar
*TUMIS
KERANG ALA BANJAR*
Bahan-Bahan
1.
½ kg kerang sedang
2.
2 batang seledri/daun sop
3.
Lima biji cabe rawit
4.
Bawang merah dua suing
5.
Minyak goreng
6.
Garam secukupnya
7.
Ajinamoto secukupnya
8.
Air satu gelas atau secukupnya
Cara
membuat
1.
Bersihkan kerang terlebih dahulu sampai
bersih,lalu masukan kedalam tempat yang
bersih.
2.
Bersihkan daun seledri lalu iris
kecil-kecil
3.
Potong cabe rawit kecil-kecil
4.
Kupas bawang merah lalu iris tipis-tipis
5.
Setelah siap bahan disediakan, lalu
sediakan kuali letakan diatas kompor yang sudah hidup, kemudian masukan minyak
satu sedok makan kedalam kuali,tunggu sampai panas minyaknya, masukan bawang
merah sampai wangi,lalu masukan kerang
yang sudah disediakan tadi , lalu aduk hingga rata masukan air satu
gelas/secukupnya sampai mendidih,kemudian masukan daun seledri,cabe rawit,garam
dan ajinamoto secukupnya,lalu diaduk kembali agar bumbunya meresap,lalu tunggu 15 menit baru diangkat.
*Tumis kerang ala
banjar siap saji *
Sabtu, 03 Mei 2014
keterampilan variasi dalam pembelajaran
MAKALAH
PEMBELAJARAN
SKI
VARIASI DALAM MENGAJAR
OLEH :
ROHIMAH
LOKAL : PGMI A
NIRM : 1209 .11.06487
SEMESTER : VI
(ENEM)
SEKOLAH TINGGI
AGAMA ISLAM (STAI)
AULIAURRASYIDIN
TEMBILAHAN
KATA PENGANTAR
Terlebih dahulu tiada kata yang pantas kami
paparkan selain rasa syukur yang sedalam-dalamnya kehadirat Allah swt, karena
berkat hidayah-nya jualah kami akhirnya dapat menyelesaikan makalah ini.
Tiada lupa pula shalawat beriring salam kami
hatarkan kepada pejuang islam yaitu Nabi Muhammad saw, beserta sehabat dan
keluarganya yang telah membuat umat islam kealam yang diridhoi oleh Allah swt.
Meskipin kami telah
menyelesaikan makalah ini, namun kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itulah kepada seluruh pembaca yang lebih
mengetahui kekurangan demi kesempurnaan makalah ini sangatlah kami harapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah-makalah
berikutnya.
Tembilahan,
17 APRIL 2014
PENULIS
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.................................................................................................... i
DAFTAR
ISI.................................................................................................................. ii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2.Rumusan Masalah.................................................................................................... 1
1.3.Tujuan masalah
...................................................................................................... 1
BAB
II
PEMBAHASAN
VARIASI
DALAM MENGAJAR
2.1. Mengadakan Variasi dalam Pembelajaran …………….. ………………………………2
A. Tujuan Mengadakan Variasi
Pembelajaran........................................................ 2
B. Komponen-Komponen Variasi
Pembelajaran.................................................... 3
C. Perinsi Penggunaan Variasi................................................................................. 7
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan............................................................................................................ 8
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................................ 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Tidak
dapat dipungkiri oleh kita semua bahwa guru merupakan faktor penting dalam
keberhasilan pembelajaran. Kalau diibaratkan sebuah film maka guru merupakan
“actor penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya sebuah cerita dalam
sebuah film atau sandiwara. Karena itulah mengadakan variasi merupakan
ketrampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran, untuk meng
atasi
kebosanan peserta didik, agar selalu antusias , tekun dan penuh partisipasi
dalam proses peembelajaran.
Variasi
pemebelajaran adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk
meningkatkan motivasi belajar peserta didik, serta mengurangi kejenuhan dalam
belajar. Siapapun dari kita pasti mengalami kebosanan dan kejenuhan dalam aktivitas
kehidupan sehari-hari, begitu pula dalam proses belajar mengajar. Karena itu
mengadakan variasi dalam pembelajaran merupakan suatu hal yang tak bisa
ditawar-tawar lagi bagi seorang guru agar pembelajaran tetap menarik, antusias
dan siswa tetap semangat dalam proses pembelajaran.
1.2. Rumusan Masalah
1.Apa yang dimaksud keterampilan
mengadakan variasi dalam pembelajaran?
2.Apa saja
keterampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran?
1.3. Tujuan Masalah
1. agar
siswa mengetahui keterampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran
2.agar
siswa mengetahui tujuan mengadakan variasi dalam pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Mengadakan Variasi Dalam
Pembelajaran
Tidak dapat dipungkiri oleh kita semua bahwa guru merupakan faktor penting
dalam keberhasilan pembelajaran. Kalau diibaratkan sebuah film maka guru
merupakan “aktor” penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya sebuah cerita
dalam sebuah film atau sandiwara. Karena itulah mengadakan variasi merupakan
ketrampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran, untuk mengatasi
kebosanan peserta didik, agar selalu antusias , tekun dan penuh partisipasi
dalam proses peembelajaran.
Variasi
pemebelajaran adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk
meningkatkan motivasi belajar peserta didik, serta mengurangi kejenuhan dalam
belajar. Siapapun dari kita pasti mengalami kebosanan dan kejenuhan dalam
aktivitas kehidupan sehari-hari, begitu pula dalam proses belajar mengajar.
Karena itu mengadakan variasi dalam pembelajaran merupakan suatu hal yang tak
bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang guru agar pembelajaran tetap menarik,
antusias dan siswa tetap semangat dalam proses pembelajaran.
A. Tujuan mengadakan variasi
pembelajaran
Ada banyak tujuan mengadakan variasi dalam pembelajaran:
1. Meningkatkan perhatian peserta
didik terhadap materi standar yang relevan.
2.
Memberikan
kesempatan bagi perkembangan bakat peserta didik terhadap berbagai hal baru
dalam pembelajaran.
3.
Memupuk
perilaku positif peserta didik terhadap pembelajaran.
4.
Memberi
kesempatan peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangandan
kemampuan.
5. Mendorong anak didik untuk belajar
menyediakan lingkungan belajar adalah tugas
guru.
6. Memberi
Kemungkinan Pilihan dan Fasilitas Belajar Individual
Dengan
melihat tujuan tersebut, maka guru dituntut untuk mencari berbagai variasi cara
agar pelajaran tetap menarik sesuai
dengan kaidah pembelajaran sekarang yaitu PAIKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif
Efeketif dan Menyenangkan).
B.Komponen-Komponen Variasi Pembelajaran
Variasi dalam pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi empat bagian yakni
variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam menggunakan media dan sumber
belajar, variasi dalam pola interaksi dan variasi dalam kegiatan.
1.
Variasi dalam gaya mengajar
Ibarat pemain sinetron, maka seorang guru yang diibaratkan
seorang aktor dituntut untuk banyak melakukan banyak gaya dalam permainan.
Banyak langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh guru dalam mengadakan variasi
gaya mengajar agar anak didik tidak mengalami rasa kejenuhan dan kebosanan.
Variasi gaya tersebut diantaranya :
a. Variasi Suara
Variasi suara sangat diperlukan karena
bila suara guru cenderung datar-datar saja, apalagi di dalam jam-jam mengajar
terakhir maka siswa kadang ramai dan kurang menaruh perhatian dalam mengajar.
Maka guru harus pandai-pandai dimana harus bersuara rendah, tinggi, besar
atau kecil.
b. Mengadakan
kontak pandang dengan peserta didik
Kontak
pandang ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kesiapan peserta didik
dalam proses belajar mengajar. Sambil kontak pandang guru bisa memeriksa
kelengkapan peserta didik
c. Variasi
gerakan badan dan mimik
Variasi
gerakan badan dan mimik kadang perlu dilakukan agar siswa kembali fokus pada
pelajaran yang dilakukan. Lamanya belajar disekolah mengharuskan guru mencari
terobosan-terobosan baru lewat gerakan badan dan mimik yang kadang serius,
angker, santai dan sebagainya. Bahkan kalau perlu bisa membuat gaya seperti
Tukul Arwana dalam acara Bukan empat mata.
d. Variasi mengubah posisi
Dalam
mengajar, maka tidak mesti harus dilakukan di depan kelas, maka variasi bisa
dilakukan guru dengan cara berkeliling di tengah kelas, kadang kebelakang, kesamping,
yang penting tidak sampai menganggu suasana pembelajaran.
e.
Memusatkan perhatian peserta didik
Pada hal yang dianggap penting dapat
dilakukan guru dengan kata-kata seperti, perhatian baik, peka, sekaligus
dilakukan dengan gerakan tangan.
f.
Mengadakan diam sejenak
Pada saat yang tepat membuat
pembicaraan guru lebih jelas, kerena ini berfungsi sebagai koma,titik, atau
tanda seru yang membagi pelajaran dalam kelompok-kelompok kecil.
g.
Intonasi dan bunyi-bunyian lain
Seperti guru menanggapi pekerjaan
peserta didik denagan kata-kata, aah,eeh, hmm, wah, pintar sekali disampaikan
sesuai dengan nada suara, dengan kata-kata ini membuat emosional peserta didik
lebih akrab.
h.
Guru menguasai dengan kotak mata
kalau ada kotak mata guru dengan peserta
didik,kata-kata yang diucapkan guru terasa lebih meyakinkan dan memperkuat
informasi.sebaiknya guru menatap peserta didik secara keseluruhan, tidak
diarahkan kea rah tertentu saja seperti yang duduk di depan saja, tengah
sehingga yang duduk di samping tidak dilihat.
i.
Ekspresi roman muka
roman wajah guru perlu ceria dan
bahkan ini sangat penting dalam berkomonikasi dengan peserta didik.
j.
Gerak gerik tangan
Variasi dengan gerakan tangan, mata,
kepala, dan badan dapat memperkuat ekspresi guru, sebaliknya gerakan yang aneh
dapat mengganggu situasi perhatian dalam proses pembelajaran.
K.Variasi
dalam pola interaksi dan kegiatan peserta didik
Hindari
guru banyak bicara atau terlalu lama sehingga kehilangan perhatian dan minat peserta didik.
l.
Variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran
Sebaiknya
guru membuat skema dipapan tulis atau dengan memakai media lain seperti
remaman, gambar,slides, in focus, lap top, visual, dan sebagainya .
2.Variasi dalam penggunaan media dan
sumber belajar
Media dan sumber belajar sangat penting dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran. Kita dapat memanfaatkan media dan sumber belajar, mulai dari yang
ada disekitar kita, maupun media-media lain yang sesuai dengan materi yang kita
ajarkan. Variasi dalam penggunaan media dan sumber belajar meliputi: variasi
alat dan bahan yang dapat dilihat, misalnya gambar, foto, poster, koran,
majalah dan lain sebagainya karena hal tersebut dapat meningkatkan perhatian
dan minat siswa dalam belajar. Variasi dalam alat dan bahan yang dapat di
dengar seperti tape, radio, LCD, TV dan lain lain. Kitapun juga bisa
memanfaatkan variasi sumber belajar yang ada disekitar kita yang tidak harus
mahal mahal, misalnya pohon, kayu, taman, perpustakaan, mushola dan lain-lain.
3.Variasi
dalam pola interaksi
Pola interaksi merupakan hal yang terpenting dalam keberhasilan pembelajaran.
Dengan pola interaksi yang baik dan lancar serta PAIKEM maka guru akan
merasakan kepuasan batin karena keberhasilannya mengelola pembelajaran yang
baik. Ada beberapa langkah dan cara dalam variasi pola interaksi diantaranya :
a. Variasi dalam pengelompokan peserta didik baik secara
klasikal, kelompok besar, kelompok kecil dan perorangan. Hampir semua model
pembelajaran mensyaratkan diskusi atau presentasi dalam pembelajaran. Untuk itu
dalam pembentukan kelompok dan pelaksanaan diskusi guru perlu untuk mengadakan
variasi/acak dalam kelompok agar siswa merasa diperhatikan dan tidak terkesan
diskriminasi.
b. Variasi dalam tempat pembelajaran
Kita semua pasti setuju pembelajaran
di era modern sekarang ini tidak harus monoton di dalam kelas. Seorang guru
yang kreatif harus bisa membaca situasi mana saatnya pembelajaran dilaksanakan
di dalam kelas maupun diluar kelas. Untuk menghindari kejenuhan belajar di luar
kelas, maka guru perlu mengadakan pembelajaran di luar kelas. Pembelajaran di
luar kelas bisa di laksanakan di taman sekolah, lapangan olah raga,
perpustakaan, mushola, lab multi media dan lain-lain.
4.Variasi
dalam kegiatan Pembelajaran
Variasi dalam kegiatan pembelajaran merupakan ruh suatu pembelajaran. Karena
dengan
Kegiatan pembelajaran yang
tepat maka siswa akan tetap termotivasi dalam pembelajaran. Ada beberapa
langkah yang bisa dilakukan seorang guru dalam variasi kegiatan pembelajaran
diantaranya :
a.
Variasi dalam penggunaan metode
pembelajaran
Variasi
dalam penggunaan metode pembelajaran merupakan ketrampilan penting yang harus
dimiliki seorang guru dalam pembelajaran dikelas. Kita harus pandai-pandai
memilih dan memilah metode yang tepat agar pembelajaran terus berlangsung
menarik dan siswa tidak dilanda kejenuhan dalam belajar. Pemilihan metode yang
tepat, entah itu metode ceramah bervariasi, tanya jawab, diskusi, presentasi,
bermain peran/Sosio drama dan lain-lain akan sangat berpengaruh terhadap
kualitas pembelahjaran. Semakin pandai memilih variasi dalam metode
pembelajaran, maka akan semakin besar minat dan perhatian anak didik dalam
mengikuti pembelajaran.
b. Variasi dalam pemberian contoh dan
ilustrasi
Pemberian
contoh dan ilustrasi merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam
pembelajaran. Dengan contoh contoh langsung yang ada di sekitar kita dan
peristiwa-peristiwa yang lagi aktual dibicarakan, maka siswa akan selalu fokus
terhadap pelajaran. Disamping itu pemberian contoh langsung baik lewat gambar,
koran, majalah, berita radio, TV maupun peristiwa di sekitar sekolah dan
masyarakat membuat siswa bangkit kembali motivasi belajarnya.
C.
Prinsip Penggunaan Variasi.
Semua guru pasti mengharapkan peserta
didiknya tetap bergairah dan senang akan pelajaran yang diberikan oleh guru
tersebut. Untuk mencapai harapan tersebut maka perlu menciptakan suasana
lingkungan belajar yang kondusif. Salah satu upaya untuk menciptakan kearah itu
adalah dengan cara memperhatikan beberapa prinsip penggunaan variasi dalam
mengajar. Beberapa prinsip penggunaan variasi mengajar sangat penting untuk
diperhatikan dan betul-betul dihayati guna mendukung pelaksanaan tugas mengajar
di kelas. Prinsip-prinsip penggunaan variasi mengajar itu adalah sebagai
berikut:
1.Dalam menggunakan
keterampilan variasi sebaiknya semua jenis variasi digunakan,selain juga harus
ada variasi penggunaan komponen untuk tiap jenis variasi. Semua itu untuk
mencapai tujuan belajar.
2.Menggunakan variasi secara
lancar dan berkesinambungan, sehingga moment proses belajar mengajar yang utuh
tidak rusak, perhatian peserta didik dan proses belajar tidak terganggu.
3.Penggunaan komponen variasi harus
benar-benar terstruktur dan direncanakan oleh guru. Karena itu memerlukan
penggunaan yang luwes, spontan sesuai dengan umpan balik yang diterima dari
peserta didik. Biasanya bentuk umpan balik ada dua, yaitu:
1.Umpan balik tingkah laku yang
menyangkut perhatian dan keterlibatan peserta didik.
2.Umpan balik informasi tentang
pengetahuan dan pelajar.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Tidak dapat dipungkiri oleh kita semua bahwa guru merupakan faktor penting
dalam keberhasilan pembelajaran. Kalau diibaratkan sebuah film maka guru
merupakan “aktor” penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya sebuah cerita
dalam sebuah film atau sandiwara. Karena itulah mengadakan variasi merupakan
ketrampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran, untuk meng
atasi kebosanan
peserta didik, agar selalu antusias , tekun dan penuh partisipasi dalam proses
peembelajaran.
Variasi
pemebelajaran adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk
meningkatkan motivasi belajar peserta didik, serta mengurangi kejenuhan dalam
belajar. Siapapun dari kita pasti mengalami kebosanan dan kejenuhan dalam
aktivitas kehidupan sehari-hari, begitu pula dalam proses belajar mengajar.
Karena itu mengadakan variasi dalam pembelajaran merupakan suatu hal yang tak
bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang guru agar pembelajaran tetap menarik,
antusias dan siswa tetap semangat dalam proses pembelajaran.
A.Tujuan mengadakan variasi
pembelajaran
B.Pengelompokan Variasi
Pembelajaran
1. Variasi dalam gaya mengaja
2.Variasi dalam penggunaan media dan sumber
belajar
3.Variasi dalam pola interaksi
4. variasi dalam kegiatan
pembelajaran
C. Prinsip Penggunaan Variasi
DAFTAR PUSTAKA
-
Asril
zainal.2012.micro teaching. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Langganan:
Komentar (Atom)
